DINAS PANGAN DAN PERTANIAN
Kabupaten Sidoarjo

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERSAMA DOKTER HEWAN UNAIR DALAM PENANGANAN PMK

  • 11 Februari 2025
  • 267 kali

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERSAMA DOKTER HEWAN UNAIR DALAM PENANGANAN PMK

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan salah satu tantangan besar bagi peternak di Indonesia, terutama dalam menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap permasalahan ini, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo bekerja sama bersama tim dokter hewan dari Universitas Airlangga (UNAIR) turut serta dalam upaya pengendalian dan pencegahan PMK melalui program Pengabdian kepada Masyarakat.


Sumber : Bidang Produksi Peternakan dan Kesemavet

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk peternak lokal, dinas peternakan setempat, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR yang ikut berperan dalam edukasi dan penanganan langsung di lapangan. Tim dokter hewan UNAIR beserta Petugas Kesmavet Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak yang berisiko atau terinfeksi PMK. Selain itu, diberikan pengobatan suportif, termasuk pemberian vitamin, antibiotik sekunder, serta terapi pendukung lainnya untuk mempercepat pemulihan. Edukasi menjadi bagian penting dalam pengabdian ini. Tim memberikan pemahaman kepada peternak mengenai gejala PMK, cara pencegahan, serta langkah-langkah yang harus diambil jika ternaknya terjangkit. Dengan meningkatnya kesadaran peternak, diharapkan penyebaran PMK dapat dikendalikan secara lebih efektif. Tidak hanya sebatas pengobatan, Dinas Pangan dan Pertanian Kab. Sidoarjo bersama tim dokter hewan UNAIR juga mendampingi peternak dalam menerapkan sistem pemeliharaan yang lebih higienis dan berkelanjutan guna meningkatkan kesehatan ternak dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan peternak dapat lebih siap dalam menghadapi wabah PMK, serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat guna menjaga kesehatan ternak dan kelangsungan usaha mereka. Pengabdian ini juga menjadi wujud nyata peran akademisi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam sektor peternakan. Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan peternak, diharapkan permasalahan PMK dapat ditekan secara signifikan, sehingga ketahanan pangan berbasis peternakan di Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan.