DINAS PANGAN DAN PERTANIAN
Kabupaten Sidoarjo

Mahasiswa UNESA Melakukan Pengujian Titer Antibodi Newcastle Disease pada Ayam KUB Menggunakan Metode HA dan HI

  • 17 Juni 2026
  • 49 kali
Sidoarjo – Dalam rangka mendukung upaya pengendalian penyakit unggas, telah dilaksanakan pengujian titer antibodi Newcastle Disease (ND) pada sampel serum ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Rahman Farm, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari penelitian yang bertujuan mengetahui status kekebalan ayam terhadap virus Newcastle Disease menggunakan metode Hemagglutination (HA) dan Hemagglutination Inhibition (HI).



Newcastle Disease merupakan salah satu penyakit viral yang sangat menular pada unggas dan berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi sektor peternakan. Oleh karena itu, pemantauan antibodi secara berkala menjadi langkah penting untuk mengevaluasi keberhasilan program vaksinasi sekaligus mengetahui tingkat perlindungan ternak terhadap infeksi virus ND.
Pengujian diawali dengan pengambilan sampel darah ayam, dilanjutkan dengan pemisahan serum, uji Hemagglutination (HA), penentuan 4 HA Unit, hingga pengujian Hemagglutination Inhibition (HI) untuk mengetahui nilai titer antibodi pada masing-masing sampel.
Hasil pemeriksaan terhadap 10 sampel serum ayam KUB menunjukkan bahwa antibodi Newcastle Disease berhasil terdeteksi pada seluruh sampel dengan rentang titer 2⁰ hingga 2², serta diperoleh rata-rata titer sebesar 2¹. Temuan ini menunjukkan adanya respons imun terhadap virus Newcastle Disease pada populasi ayam yang diperiksa.
Data hasil pengujian ini dapat menjadi informasi awal dalam pemantauan status kesehatan unggas serta sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas program vaksinasi yang telah dilaksanakan. Monitoring serologis secara rutin juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga kesehatan ternak, mencegah penyebaran penyakit, dan meningkatkan produktivitas usaha peternakan.
Melalui sinergi antara dunia akademik dan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, diharapkan kegiatan penelitian seperti ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung sistem kesehatan hewan yang lebih baik serta memperkuat ketahanan sektor peternakan di Kabupaten Sidoarjo.